Rabu, 25 November 2009

PROFIL J-ROCKS


J-Rocks atau JRS beranggotakan 4 cowok skillful, Iman, Sony, Wima, dan Anton. di awal 2004 mereka mencoba ikut berkompetisi dengan band – band indie Bandung di event Nescafe Get Started. Di ajang ini, J-Rocks menjadi juara 1 dan masing-masing personilnya meraih penghargaan best vokalis, best gitaris, best bassist dan best drummer. Atas prestasi ini mereka digaet oleh label Aquarius Musikindo untuk rekaman, dan Juli 2005 dirilis album perdana mereka “Topeng Sahabat” walau mungkin kurang booming di pasaran, dan belum berhasil mendapatkan penghargaan, tapi sebenarnya album ini patut diacungi jempol, karena keberanian J-Rocks mendobrak pasar musik Indonesia dengan aliran musik yang bagi sebagian besar masyarakat Indonesia masih dianggap baru dan biasanya peminat – peminatnya muncul dari kalangan komunitas – komunitas penyuka budaya Jepang, karena musik yang mereka bawakan adalah Japanese rock.

Kemunculan band ini menimbulkan banyak komentar dari orang-orang Indonesia, diantaranya fans fanatik L’Arc~en~Ciel di Indonesia menuduh bahwa lagu-lagu J-Rocks meniru L’Arc~en~Ciel (Laruku). Memang, band ini terinspirasi dari L’Arc~en~Ciel dan Muse. Setelah 2 tahun menghilang, akhirnya J-Rocks merilis album kedua, yang judulnya “Spirit”. Di album kedua ini, J-Rocks masukan banyak aliran musik, diantaranya yang judulnya “Juwita Hatiku” alirannya Rock ‘n Roll, “Tersesal” alirannya Waltz/Victorian, dan lainnya, misalnya Blues, Clasic. Band ini semakin dikenal sejak munculnya album kedua berjudul Spirit, Pada lagu berjudul Kau curi lagi mereka memperkenalkan gitaris wanita, Prisa Adinda Arini Rianzi. Dan pada lagu Juwita Hati mereka membuat video klip di Jepang yang digarap oleh Hedy Suryawan. Shalvynne Chang , Sato , Boppy pada video klip ini berperan sebagai fans J-Rocks yang mengejar idolanya dari Indonesia sampai ke Jepang. Konsep yang menarik membuat video klip ini populer di Indonesia.

Prestasi J-Rocks semakin gemilang kala memenangkan ajang musik “A Mild Live Soundrenaline 2008 : Free Your Voice” Para dewan pemberi apresiasi, memilih J-Rocks sebagai “The Best Band Who Can Free Their Voice” dalam Soundrenaline 2008. J-Rocks bisa menyaingi 4 nominasi lainnya, yaitu Nidji, Padi, Gigi, dan Saint Loco. J-Rocks berkesempatan rekaman di “Abbey Road Studios”, di London, Inggris. Bisa rekaman di Abbey Road adalah suatu kebanggaan bagi J-Rocks, studio yang dibangun tahun 1931 juga tempat rekaman The Beatles. Abbey Road Studios juga telah melahirkan beberapa band terkenal, seperti Radiohead, Oasis, Greenday, U2. bahkan ada band asal Amerika, Red Hot Chilli Peppers jauh-jauh datang untuk berfoto telanjang dengan cuma memakai kaos kaki jelek saat menyebrang zebra cross di depan studio terebut. Di Abbey Road Studio selama 5 hari J-Rocks merekam 5 lagu untuk mini “Album Road to Abbey”.












PERSONEL
IMAN

- Nama lengkap :
Iman Taufik Rachman
- Tanggal lahir :
19 Juli 1981
- Posisi :
Vokalis & gitaris
- Pengalaman :
additional gitaris Funky Kopral, additional player di album “Misteri Cinta” (Setiawan Jodi), gitaris terbaik di Expo Education, best vocalist, Nescafe Get Started Band Competition 2004


SONY

- Nama lengkap :
Sony Ismail Robbayani
- Tanggal lahir :
24 September 1982
- Posisi :
Gitaris
- Pengalaman :
best guitarist di festival wagega Bintaro, guitar course di LPM Farabi, best guitarist, Nescafe Get Started Band Competition 2004


WIMA

- Nama lengkap :
Swara Wima Yoga
- Tanggal lahir :
29 November 1981
- Posisi :
Bassis
- Pengalaman :
piano course di Yamaha Music Indonesia, best bassist, Nescafe Get Started Band Competition 2004



ANTON

- Nama lengkap :
Anton Rudi Kelces
- Tanggal lahir :
17 Agustus 1982
- Posisi :
Drummer
- Pengalaman :
drum course di Purwacaraka, backing vocal for itatara (sony Wonder). best drummer, Nescafe Get Started Band Competition 2004

J-Rocks ke Fashion 1960-an


Selepas dari gaya fashion yang tadinya hanya mengacu ke Harajuku, Tokyo (Jepang), band J-Rocks dari Jakarta tampil dengan berbagai dandanan. Yang mutakhir, mereka bisa juga bergaya hippies 1960-an.

Untuk perayaan ulang tahun ke-40 perusahaan rekaman PT Aquarius Musikindo di Jakarta, akhir minggu yang baru lalu, J-Rocks--terdiri dari Iman (vokal dan gitar), Sony (gitar), Wima (bas), dan Anton (drum)--tampil dengan gaya hippies 1960-an sebagaimana dress code acara itu.

"Seperti sekarang ini berpakaian era 60-an untuk menghormati tuan rumah yang punya acara. Tapi ini gaya 60-an yang sudah didesain dengan gaya J-Rocks," jelas Iman sekaligus mewakili rekan-rekan segrupnya.

Menurut Iman, gaya hippies 1960-an itu bisa pula menjadi pilihan untuk penampilan mereka di panggung di luar acara tersebut. "Kami juga pernah pakai yang ala The Beatles (pada album Sgt Pepper's Lonely Hearts Club Band), yang tentunya tetap kami buat sendiri," katanya mengacu ke dandanan mereka dalam konser As You Like It pada 18 Juli lalu di Bandung, ketika mereka membawakan beberapa lagu band legendaris dari era 1960-an itu

J-Rocks



Sejarah

Nama J-rocks sempat menjadi pembicaraan hangat di kalangan pecinta musik Jepang di Indonesia karena nama ini seakan mewakili genre Japanese Rock. Inspirasi nama J-ROCKSTARS adalah dari sebuah stiker bertuliskan ROCKSTAR, dengan harapan suatu saat akan menjadi Rockstar (bintang musik rock). Tambahan huruf J di depannya untuk mewakili band itu sendiri dengan alasan J bisa berarti Jepang karena awalnya mereka memainkan J-Music, Jakarta karena mereka berasal dari Jakarta, Jujur dalam bermusik dalam artian memainkan apa yang bener-bener mereka suka dan ingin memainkan musik yang ber-soul (jiwa). Nama J-ROCKSTARS akhirnya disingkat menjadi J-ROCKS karena adanya masalah penyebutan, sementara nama J-ROCKSTARS sendiri menjadi nama dari fans J-ROCKS.

Awal 2004, JRS (singkatan dari J-ROCKSTARS) mengikuti festival musik Nescafe Get Started 2004 yang disponsori oleh Nescafe, Trans TV, dan Aquarius Musikindo. Masing-masing personil meraih best vocalist, best guitarist, best bassist, dan best drummer. Mereka berhasil menjuarai festival tersebut dan berkesempatan membuat album kompilasi Nescafe Get Started yang merupakan awal bentuk kerjasama mereka dengan Aquarius Musikindo. Mereka akhirnya berhasil meluncurkan album perdana nya yang bertajuk "Topeng Sahabat" dengan label Aquarius pada pertengahan tahun 2005.

Band ini semakin dikenal sejak munculnya album kedua Spirit, J-Rocks memainkan bermacam-macam beat dan aliran musik seperti Rock 'n Roll (Juwita Hati), Waltz/ Victorian (Tersesal), blues, klasik ;;(classic), dan lain sebagainya.

Pada lagu berjudul "Kau Curi Lagi" mereka memperkenalkan gitaris wanita, Prisa Rianzi dan pada lagu "Juwita Hati" mereka membuat video klip di Jepang yang digarap oleh Hedy Suryawan. Shalvynne Chang , Sato , Boppy pada video klip ini berperan sebagai fans J-Rocks yang mengejar idolanya dari Indonesia sampai ke Jepang. Konsep yang menarik membuat video klip ini populer di Indonesia.

J-Rocks mengukir sejarah sebagai band Indonesia pertama yang rekaman di studio legendaris Abbey Road, Inggris. Proses rekaman dan mixing lagu-lagu terbaru mereka itu rencananya akan dilakukan selama lima hari dari tanggal 12 sampai 16 Oktober 2008.

Kesempatan berharga ini diperoleh J-Rocks karena mereka terpilih menjadi band terbaik di ajang A Mild Live Soundrenaline 2008. Band yang digawangi Iman (vokal dan gitar), Sony (gitar), Wima (bas), dan Anton (drum) ini terpilih sebagai band terbaik di ajang tersebut karena mampu tampil sesuai dengan tema free your voice dan berhasil membawa tema save our music and culture.

Bagi band yang beraliran Japanese pop/rock itu, perjalanan menuju Abbey Road Studios diharapkan bisa menjadi pintu gerbang untuk bisa go international. Untuk rekaman nanti mereka menyiapkan tiga lagu singel yang rencananya akan dirilis oleh PT Aquarius Musikindo. Lagu-lagu tersebut sementara diberi judul Falling Love, Hanya Aku, dan Meraih Mimpi.

Di Abbey Road nanti mereka akan ditangani oleh Chris Butler, sound engineer ternama yang pernah menangani band Oasis, Supergrass, dan Divine Comedy. Abbey Road Studios didirikan pada November 1931 oleh EMI di London. Sejumlah artis musik tersohor pernah merekam lagu mereka di studio itu, seperti The Beatles, Pink Floyd, Oasis, Josh Groban, Radiohead, Muse, Green Day, Spice Girls dan U2.

Diskografi

J-Rocks memulai karirnya ditahun 2005 dengan album Topeng Sahabat dan mengeluarkan empat singel, diikuti dua tahun kemudian mereka kembali mengeluarkan album bertitel Spirit ditahun 2007. Terakhir, ditahun 2009 mereka mengeluarkan album ketiga mereka yang dibuat mini-version dan direkam langsung di Abbey Studio di Inggris, membuat J-Rocks menjadi band pertama di Indonesia yang pernah rekaman disana.

Album studio

Tahun Rilis Judul Posisi Angka Penjualan
2005 Topeng Sahabat 3 340.500 kopi
2007 Spirit 1 400.000 kopi
2009 Road To Abbey 1 130.300 kopi